A. Penjualan Organ Tubuh
Manusia
Perdagangan
organ tubuh manusia merupakan tindak kejahatan dengan teknik transplantasi
dengan memindahkan suatu organ atau jaringan tubuh yang masih berfungsi
baik, baik dari orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal ketubuh
orang lain.
Dalam penyembuhan suatu penyakit, adakalanya transplantasi tidak dapat dihindari dalam menyelamatkan nyawa si penderita. Dengan keberhasilan teknik transplantasi dalam usaha penyembuhan suatu penyakit dan dengan meningkatnya keterampilan para medis dalam melakukan transplantasi. Upaya transplantasi mulai diminati oleh para penderita dalam upaya penyembuhan yang cepat dan tuntas.
Permintaan
organ tubuh manusia ini sebenarnya cukup banyak dan menawarkan kompensasi yang
menggiurkan. Masyarakat kurang mampu adalah pihak yang sering tergoda menjual
organ tubuh manusia, salah satunya ginjalnya di pasar gelap. Mereka menjual
organ tubuhnya karena tergiur harganya yang fantastis.
Di indonesia
kasus tindak kriminal penjualan organ tubuh manusia masih sulit diungkapkan
oleh pihak kepolisian. karena keberagaman modus serta motif untuk melakukan
tindak kejahatan tersebut yang akhirnya membuat aksi kriminal ini jarang
terungkap.
Aksi kejahatan ini sangat jarang dilakukan oleh perorangan biasanya dilakukan oleh sekelompok geng, mafia, dan sindikat. Kelompok-kelompok tersebut terkadang juga melibatkan kelompok-kelompok lain dalam melakukan aksi kejahatan seperti sindikat perdagangan manusia, perdagangan anak, dll.
B. Hukum dan Undang Undang Mengenai Penjualan Organ Tubuh Manusia
Perbuatan penjualan organ
tubuh merupakan sesuatu hal yang dilarang berdasarkan Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”). Pasal 192 jo
Pasal 64 ayat (3) UU 36/2009 menyatakan :
“Setiap orang yang dengan
sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah)”
Pasal 64
(1) Penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan dapat dilakukan melalui transplantasi organ
dan/atau jaringan tubuh,
implan obat dan/atau alat kesehatan, bedah plastik dan rekonstruksi,
serta penggunaan sel punca.
(2) Transplantasi organ
dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
hanya untuk tujuan
kemanusiaan dan dilarang untuk dikomersialkan.
(3) Organ dan/atau jaringan
tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun.
Pengaturan mengenai tindak
pidana cyber dapat kita temukan dalam Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”),
namun UU ITE tidak secara khusus mengatur mengenai tindak pidana pidana
penjualan organ tubuh melalui layanan internet. Meskipun pada praktiknya aparat
penegak hukum dapat saja mengenakan pasal-pasal berlapis atau dakwaan kumulatif
terhadap suatu tindak pidana yang memenuhi unsur-unsur tambahan dalam tindak
pidana UU Kesehatan tersebut.
Pasal 34
(1) Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, menjual,
mengadakan
untuk digunakan,
mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki:
a. perangkat
keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal
33;
b. sandi lewat
Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan agar
Sistem
Elektronik
menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 27
sampai dengan Pasal 33.
(2) Tindakan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk
melakukan
kegiatan
penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik
itu sendiri secara
sah dan tidak
melawan hukum.
Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan
sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan
sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
perjudian.
(3) Setiap Orang dengan
sengaja, dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
penghinaan dan/atau
pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan
sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
pemerasan dan/atau
pengancaman.
Pasal 33
"Setiap Orang dengan
sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang
berakibat
terganggunya Sistem
Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja
sebagaimana mestinya."
Sumber :
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52d2ca7a9ca58/jual-beli-organ-tubuh-manusia-di-dunia-maya
C.
Contoh Kasus Penjualan Organ Tubuh Manusia
Dalam beberapa kasus-kasus di indonesia yang tersebar dikalangan
masyarakat masih banyak yang belum pasti kebenarannya atau isu semata. Berikut
contoh-contohnya :
1. Terungkap Modus Sindikat Penjualan Organ Tubuh di Bandung
1. Terungkap Modus Sindikat Penjualan Organ Tubuh di Bandung
Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri kembali
mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kali ini, polisi
membongkar praktik penjualan organ tubuh manusia.
Kasubdit
III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Surya Fana
menuturkan, kasus ini terungkap dari seorang tahanan Polres Garut, Jawa Barat,
berinisial HLL.
HLL
mengeluh kesakitan di bagian perut. Ketika diperiksa kesehatannya, ternyata
ditemukan ada bekas operasi ginjal di tubuhnya. Dia disebut-sebut korban
penjualan ginjal yang diduga dilakukan AG dan DD.
Umar
mengatakan, pada Juni 2015, HLL diduga direkrut AG untuk menjual ginjalnya Rp
80 sampai Rp 90 juta.
"Modusnya, dijanjikan uang ke korban untuk memberi sebelah
ginjalnya," kata Umar di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Setelah
harga disetujui HLL, AG kemudian menyampaikan kepada tersangka lain, DD. Lalu
dilakukan pengecekan ke laboratorium di rumah sakit kawasan Bandung, Jawa
Barat.
"Setelah
dinyatakan ginjal korban dalam keadaan sehat, kemudian hasil laboratorium
tersebut diberikan kepada penerima ginjal," kata Umar.
AG
dan DD diduga diperintah seorang tersangka lain berinisial HS, yang diduga berperan
sebagai penerima pesanan dari rumah sakit.
Menurut
Umar, operasi pengangkatan ginjal dilakukan di rumah sakit wilayah Jakarta. Di
rumah sakit tersebut, sudah menunggu si penerima ginjal yang siap membiayai
operasi si pendonor.
Sumber:
http://news.liputan6.com/read/2422428/terungkap-modus-sindikat-penjualan-organ-tubuh-di-bandung
2. Cerita miris TKI Sri Rabitah, kehilangan ginjal saat kerja di Qatar
Merdeka.com - Tak sedikit cerita miris dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tempatnya bekerja. Mulai dari penganiayaan oleh majikan, hingga organ tubuhnya hilang dan baru ketahuan beberapa tahun kemudian setelah pulang ke Indonesia.
Sungguh miris dan memprihatinkan nasib yang menimpa Sri Rabitah (25), TKI asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Dia harus hidup dengan satu ginjal usai bekerja di Doha, Qatar.
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut dan terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga kesebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak yang membantu meredam goncangan. Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
Sungguh amat penting fungsi ginjal dalam organ manusia. Tentu sangat menyedihkan jika manusia tidak memiliki atau kehilangan salah satu ginjalnya. Diduga, ginjal Sri Rabitah diambil saat bekerja di Doha, Qatar.
Kejadian bermula saat Sri baru saja pulang dari Malaysia dan ditawari buat bekerja di Abu Dhabi oleh seorang perempuan bernama Ulfah. Di tahun 2014 itu, Sri kemudian dibawa oleh perempuan yang beralamat di Batu Keruk Akar-akar itu melaksanakan cek kesehatan di Mataram.
Setelah dinyatakan lulus cek kesehatan, Sri dibawa ke PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta untuk menjalani pelatihan untuk penempatan di Abu Dhabi. Pada 27 Juni 2014, Sri bersama 22 orang lainnya diberangkatkan menuju Abu Dhabi.
Namun Sri justru dikirim ke Doha, Qatar. Di sana dia bekerja pada majikan bernama Madam Gada. Setelah satu minggu bekerja, Sri dibawa oleh sang majikan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan karena dianggap lemah.
Sri dibawa ke ruang operasi dengan alasan untuk mengangkat penyakit. Sri lantas disuntik hingga tak sadarkan diri. Setelah seminggu pelaksanaan operasi, Sri dikembalikan ke PT Aljajira Qatar karena dianggap tidak bisa bekerja dan lemah sebagai asisten rumah tangga.
Sesampainya di PT tersebut Sri mengalami tindakan kekerasan karena dianggap tidak bisa bekerja. Sri pun dipindah-pindah kerja dengan alasan PT tidak mau tahu Sri harus bekerja.
Sri akhirnya dikirim pulang dengan tidak digaji dan hanya sampai Surabaya Setibanya di Surabaya, Sri dibantu oleh seseorang dan dipulangkan ke Lombok.
Sekitar Juli 2014, Sri sampai di rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun Sri sering mengalami sakit sakit. 3 tahun kemudian tepatnya Februari 2017, Sri melakukan cek kesehatan ke RSUD Tanjung.
Setelah diperiksa dan melihat hasil rongen, ternyata ginjal sebelah kanan Sri tidak ada dan sudah diganti dengan pipa plastik. Saat ini Sri sedang menunggu jadwal operasi untuk mengangkat pipa yangg ada di tubuhnya.
Secara terpisah, Direktur Mediasi dan Advokasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Wisantoro menegaskan, pihaknya berjanji segera mengusut kasus Sri Rabitah (25), TKI yang mengaku kehilangan ginjal kanannya usai bekerja di Doha, Qatar. BNP2TKI mengirimkan staf untuk mengecek langsung kondisi dari Sri Rabitah.
"Petugas kami ada yang ke rumah korban, untuk mengetahui sejauh apa," papar Wisantoro kepada merdeka.com di kantor BNP2TKI, Senin, (27/02).
Menurut Wisantoro, selain mengirimkan staf ke rumah Sri, BNP2TKI juga akan memanggil perusahaan yang memberangkatkan Sri yang dijadwalkan esok hari. Jika memang hal ini benar-benar terjadi, BNP2TKI berjanji akan memfasilitasi dalam proses penyelesaiannya.
"Kita harus tahu kronologi dulu dari cerita dan fakta, yang akan kita koordinasikan dengan perwakilan RI kita. Kita akan tetap melakukan pembelaan dan dengan batas kewenangan, kalau ini kewenangannya Kemenlu tentu kita akan kerjasama," ungkapnya.
Sedangkan perusahaan penyalur Sri Rabitah, PT Falah Rima Hudaity Bersaudara kini berganti nama menjadi PT Panca Banyu Ajisakti. Bekas karyawan PT Falah Rima Hudaity Bersaudara, Muhamad, yang kini bekerja di PT Panca Banyu Ajisakti mengatakan, jika kasus hilangnya ginjal TKI yang perusahaan berangkatkan baru kali ini terjadi.
"Ini kasus ginjal baru pertama terjadi," ungkapnya kepada merdeka.com di kantor PT Panca Banyu Ajisakti, Senin, (27/02).
Muhamad juga mengaku baru saja mengetahui kasus yang menimpa Sri. Dia mendapatkan info terkait kasus Sri dari beberapa media yang mengabarkan kasus hilangnya ginjal dari TKI yang bernama Sri.
Menurut dia, alasan perusahaannya berganti nama karena Surat Izin Usaha Pendirian (SIUP) perusahaan dicabut oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. "Pencabutan SIUP dari Kemenaker 2016," katanya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku sangat prihatin dengan nasib yang dialami Sri Rabitah (25) ini. Dia mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas atas dugaan perdagangan manusia yang menimpa Sri.
"Jika betul bahwa dia kehilangan ginjal karena 'diambil' oleh majikannya, pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Modus seperti ini tentu sangat menyedihkan, mengkhawatirkan, dan memprihatinkan. Tidak ada jaminan keselamatan dan perlindungan TKW kita di luar negeri," kata Saleh kepada merdeka.com, Senin (27/2).
"Ini tidak bisa dibiarkan. Walau hanya satu organ tubuh yang diambil, ini sama dengan human trafficking. Apa pun alasannya, modus seperti ini tidak bisa diterima. Tidak manusiawi," sambungnya.
Politikus PAN ini menegaskan, BNP2TKI dan Polri seharusnya melakukan investigasi untuk menelusuri pihak-pihak yang terkait dengan masalah Sri. Saleh mendesak pemerintah menyelidiki perusahaan penyalur Sri, PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara, agen penempatan TKI di luar negeri serta majikan Sri di Qatar.
"BNP2TKI semestinya segera melakukan investigasi untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat. Mulai dari perusahaan yang memberangkatkan, agen penempatan di luar negeri, bahkan sampai majikan yang terlibat," tegasnya.
Sumber:https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-miris-tki-sri-rabitah-kehilangan-ginjal-saat-kerja-di-qatar.html
2. Cerita miris TKI Sri Rabitah, kehilangan ginjal saat kerja di Qatar
Sri Rabitah TKI 2017 Merdeka.com
Merdeka.com - Tak sedikit cerita miris dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tempatnya bekerja. Mulai dari penganiayaan oleh majikan, hingga organ tubuhnya hilang dan baru ketahuan beberapa tahun kemudian setelah pulang ke Indonesia.
Sungguh miris dan memprihatinkan nasib yang menimpa Sri Rabitah (25), TKI asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Dia harus hidup dengan satu ginjal usai bekerja di Doha, Qatar.
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut dan terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga kesebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak yang membantu meredam goncangan. Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
Sungguh amat penting fungsi ginjal dalam organ manusia. Tentu sangat menyedihkan jika manusia tidak memiliki atau kehilangan salah satu ginjalnya. Diduga, ginjal Sri Rabitah diambil saat bekerja di Doha, Qatar.
Kejadian bermula saat Sri baru saja pulang dari Malaysia dan ditawari buat bekerja di Abu Dhabi oleh seorang perempuan bernama Ulfah. Di tahun 2014 itu, Sri kemudian dibawa oleh perempuan yang beralamat di Batu Keruk Akar-akar itu melaksanakan cek kesehatan di Mataram.
Setelah dinyatakan lulus cek kesehatan, Sri dibawa ke PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta untuk menjalani pelatihan untuk penempatan di Abu Dhabi. Pada 27 Juni 2014, Sri bersama 22 orang lainnya diberangkatkan menuju Abu Dhabi.
Namun Sri justru dikirim ke Doha, Qatar. Di sana dia bekerja pada majikan bernama Madam Gada. Setelah satu minggu bekerja, Sri dibawa oleh sang majikan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan karena dianggap lemah.
Sri dibawa ke ruang operasi dengan alasan untuk mengangkat penyakit. Sri lantas disuntik hingga tak sadarkan diri. Setelah seminggu pelaksanaan operasi, Sri dikembalikan ke PT Aljajira Qatar karena dianggap tidak bisa bekerja dan lemah sebagai asisten rumah tangga.
Sesampainya di PT tersebut Sri mengalami tindakan kekerasan karena dianggap tidak bisa bekerja. Sri pun dipindah-pindah kerja dengan alasan PT tidak mau tahu Sri harus bekerja.
Sri akhirnya dikirim pulang dengan tidak digaji dan hanya sampai Surabaya Setibanya di Surabaya, Sri dibantu oleh seseorang dan dipulangkan ke Lombok.
Sekitar Juli 2014, Sri sampai di rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun Sri sering mengalami sakit sakit. 3 tahun kemudian tepatnya Februari 2017, Sri melakukan cek kesehatan ke RSUD Tanjung.
Setelah diperiksa dan melihat hasil rongen, ternyata ginjal sebelah kanan Sri tidak ada dan sudah diganti dengan pipa plastik. Saat ini Sri sedang menunggu jadwal operasi untuk mengangkat pipa yangg ada di tubuhnya.
Secara terpisah, Direktur Mediasi dan Advokasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Wisantoro menegaskan, pihaknya berjanji segera mengusut kasus Sri Rabitah (25), TKI yang mengaku kehilangan ginjal kanannya usai bekerja di Doha, Qatar. BNP2TKI mengirimkan staf untuk mengecek langsung kondisi dari Sri Rabitah.
"Petugas kami ada yang ke rumah korban, untuk mengetahui sejauh apa," papar Wisantoro kepada merdeka.com di kantor BNP2TKI, Senin, (27/02).
Menurut Wisantoro, selain mengirimkan staf ke rumah Sri, BNP2TKI juga akan memanggil perusahaan yang memberangkatkan Sri yang dijadwalkan esok hari. Jika memang hal ini benar-benar terjadi, BNP2TKI berjanji akan memfasilitasi dalam proses penyelesaiannya.
"Kita harus tahu kronologi dulu dari cerita dan fakta, yang akan kita koordinasikan dengan perwakilan RI kita. Kita akan tetap melakukan pembelaan dan dengan batas kewenangan, kalau ini kewenangannya Kemenlu tentu kita akan kerjasama," ungkapnya.
Sedangkan perusahaan penyalur Sri Rabitah, PT Falah Rima Hudaity Bersaudara kini berganti nama menjadi PT Panca Banyu Ajisakti. Bekas karyawan PT Falah Rima Hudaity Bersaudara, Muhamad, yang kini bekerja di PT Panca Banyu Ajisakti mengatakan, jika kasus hilangnya ginjal TKI yang perusahaan berangkatkan baru kali ini terjadi.
"Ini kasus ginjal baru pertama terjadi," ungkapnya kepada merdeka.com di kantor PT Panca Banyu Ajisakti, Senin, (27/02).
Sri Rabitah 2017 Merdeka.com
Muhamad juga mengaku baru saja mengetahui kasus yang menimpa Sri. Dia mendapatkan info terkait kasus Sri dari beberapa media yang mengabarkan kasus hilangnya ginjal dari TKI yang bernama Sri.
Menurut dia, alasan perusahaannya berganti nama karena Surat Izin Usaha Pendirian (SIUP) perusahaan dicabut oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. "Pencabutan SIUP dari Kemenaker 2016," katanya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku sangat prihatin dengan nasib yang dialami Sri Rabitah (25) ini. Dia mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas atas dugaan perdagangan manusia yang menimpa Sri.
"Jika betul bahwa dia kehilangan ginjal karena 'diambil' oleh majikannya, pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Modus seperti ini tentu sangat menyedihkan, mengkhawatirkan, dan memprihatinkan. Tidak ada jaminan keselamatan dan perlindungan TKW kita di luar negeri," kata Saleh kepada merdeka.com, Senin (27/2).
"Ini tidak bisa dibiarkan. Walau hanya satu organ tubuh yang diambil, ini sama dengan human trafficking. Apa pun alasannya, modus seperti ini tidak bisa diterima. Tidak manusiawi," sambungnya.
Politikus PAN ini menegaskan, BNP2TKI dan Polri seharusnya melakukan investigasi untuk menelusuri pihak-pihak yang terkait dengan masalah Sri. Saleh mendesak pemerintah menyelidiki perusahaan penyalur Sri, PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara, agen penempatan TKI di luar negeri serta majikan Sri di Qatar.
"BNP2TKI semestinya segera melakukan investigasi untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat. Mulai dari perusahaan yang memberangkatkan, agen penempatan di luar negeri, bahkan sampai majikan yang terlibat," tegasnya.
Sumber:https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-miris-tki-sri-rabitah-kehilangan-ginjal-saat-kerja-di-qatar.html
2.4.1.
Pencegahan
1.
Memberi
pengetahuan
Untuk dapat
mencegah masalah ini perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah pada
masyarakat. Dengan sosialisasi secara terus menerus masyarakat akan mengetahui
bahayanya masalah ini, dan solusinya yaitu pendidikan, pendidikan perlu untuk
masyarakat kelas bawah karena penjualan organ tubuh banyak terjadi pada
masyarakat dengan kelas pendidikan yang cukup rendah,pendidikan harus diberikan
dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat.
2.
Memberi
tahu orang lain
ketika kita
mengetahui masalah ini tetapi tidak memberitahu orang lain. Permasalahan ini tidak akan selesai. Sebagai orang yang
telah mengetahuinya maka menjadi kewajiban untuk menyampaikan pada orang lain
khususnya yang berpotensi mengalami penjualan organ tubuh manusia sebab orang
yang mengetahui permasalahan ini tidak akan menyadari bahwa hal ini mungkin
telah terjadi pada orang-orang disekitarnya.
3.
Berperan
aktif untuk mencegah.
Setelah
mengetahui dan mencoba memberitahu orang lain anda juga dapat berperan aktif
untuk menanggulangi permasalahan ini. Dapat dilakukan dengan cara melaporkan
kasus yang diketahui kepada yang berwajib. Bisa juga mengarahkan anak, keponakan, atau anak muda
lain yang gemar beraktifitas di situs jejaring sosial untuk lebih berhati–hati
dalam berteman.
2.4.2.
Pemecahan Masalah
Saat ini, terdapat beberapa pemecahan masalah untuk
mengurangi penjualan organ tubuh manusia:
1.
Donor
organ tubuh
Donor organ
tubuh adalah salah satu langkah mengurangi penjualan organ. Donor organ yang
tanpa mengharap imbalan merupakan suatu perbuatan yang mulia dan mampu membantu
orang yang menderita gagal organ. Kecuali darah dan mata, hampir semua organ
mengalami kekurangan.
Dinegara-negara
maju, negara-negara eropa, dan amerika serikat, seruan untuk mendonorkan organ
jika meninggal banyak dikampanyekan. Negara-negara tersebut membentuk suatu
lembaga pemerintahan yang menaungi urusan donor organ baik untuk orang yang
masih hidup atau yang sudah meninggal. Tentunya pendonor di check kondisi
kesehatannya dan bersedia mengisi form pernyataan persetujuan. Hasilnya, banyak
calon pendonor bermunculan. Di negara-negara Asean hal ini juga sudah berlaku,
di Singapura ditempuh melalui pendekatan hukum, setiap warga singapura
diwajibkan menyumbangkan organ tubuhnya jika meninggal. Mereka yang tak
bersedia harus membuat pernyataan tertulis.
Di Malaysia,
didirikannya National Transplant Resource Center pada tahun 1997 yang secara
resmi merupakan lembaga pemerintahan dibawah Kementrian Kesehatan, telah banyak
menerima dan mendistribusikan organ tubuh berupa ginjal, jantung, hati,
paru-paru, pancreas, mata, tulang, dan kulit. Sedangkan di Indonesia,
langkah-langkah tersebut belum diterapkan, dan mungkin terhalang oleh
undang-undang yang tidak memperbolehkan pengambilan organ pada mayat.
2.
Ketegasan
Hukum
Ketegasan dalam
perumusan dan pelaksanaan hukum oleh suatu negara sangat mampu mengurangi
perdagangan organ. Seperti di Negara Inggris dan Singapura, kedua negara
tersebut menerapkan hukum yang jelas melarang perdagangan tubuh manusia.
Sedangkan tindak perdagangan organ masih sering terjadi di negara-negara yang
hukumnya jelas melarang perdagangan organ tubuh manusia. Sehingga dapat
disimpulkan hukum yang jelas dan lugas akan mengurangi bahkan menghilangkan
perdagangan organ tubuh manusia di suatu negara.
3.
Organ
Buatan
Organ buatan adalah organ buatan manusia yang
diintegrasi dan ditanamkan dalam tubuh manusia untuk menggantikan fungsi organ
alami manusia. Organ ini diciptakan untuk menunjang kehidupan pasien gagal
organ ketika menunggu transplantasi organ, untuk meningkatkan kemampuan pasien
agar mandiri, dan agar orang yang memiliki keterbatasan dapat seperti orang
normal lainnya. Saat ini telah ditemukan dan dikembangkan berbagai macam organ
buatan yang mampu menolong pasien penderita gagal organ meskipun tidak seperti
organ alami, hal ini tentu akan mengurangi perdagangan organ tubuh.

Pengakuan tulus dari: FATIMAH TKI, kerja di Singapura
BalasHapusSaya mau mengucapkan terimakasih yg tidak terhingga
Serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya
kepada KY FATULLOH saya sudah kerja sebagai TKI
selama 5 tahun Disingapura dengan gaji Rp 3.5jt/bln
Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Apalagi setiap bulan Harus mengirimi Ortu di indon
Saya mengetahui situs KY FATULLOH sebenarnya sdh lama
dan jg nama besar Beliau
tapi saya termasuk orang yg tidak terlalu yakin
dengan hal gaib. Karna terdesak masalah ekonomi
apalagi di negri orang akhirnya saya coba tlp beliau
Saya bilang saya terlantar disingapur
tidak ada ongkos pulang.
dan KY FATULLOH menjelaskan persaratanya.
setelah saya kirim biaya ritualnya.
beliau menyuruh saya untuk menunggu
sekitar 3jam. dan pas waktu yg di janjikan beliau menghubungi
dan memberikan no.togel "8924"mulanya saya ragu2
apa mungkin angka ini akan jp. tapi hanya inilah jlnnya.
dengan penuh pengharapan saya BET 200 lembar
gaji bulan ini. dan saya benar2 tidak percaya & hampir pingsan
angka yg diberikan 8924 ternyata benar2 Jackpot….!!!
dapat BLT 500jt, sekali lagi terima kasih banyak KY
sudah kapok kerja jadi TKI, rencana minggu depan mau pulang
Buat KY,saya tidak akan lupa bantuan & budi baik KY.
Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
Buat Saudaraku yg mau mendapat modal dengan cepat
~~~Hub;~~~
Call: 0823 5329 5783
WhatsApp: +6282353295783
Yang Punya Room Trimakasih
----------